menangislah,
dadaku siap
jadi danau
buat air matamu

lalu
kubuat pulau
di tengah-tengah,
seperti toba,
agar bahagia kita
tetap tabah
di antara kesedihan.

Hari ini aku ingin merindumu
Sebisa-bisanya aku
Sebuas-buasnya diriku

Hari ini, ingin aku merindumu
Sepuas-puasnya

Aku ingin tak sengaja bertemu denganmu
Menceritakan seluruh aku yang sekarang
Sambil sesekali meneguk apa-apa yang ada di antara kita

Bercerita tentang aku yang mengingatmu yang dulu-dulu.
Tentang aku yang melihatmu di mata perempuan lain
Melihatmu di bibir wanita lain
Menghirup aroma yang serupa punyamu di antara warung makan yang biasa aku kunjungi

Iya, semoga suatu saat nanti yang entah kapan
Aku ingin tak sengaja bertemu denganmu di manapun
Lalu mengajakmu meneguk susu panas, dan aku kopi, juga panas.
Lalu memanaskan ingatan-ingatan kita yang mendingin.

Musik beralun, jari jari bermain-main dengan gitar
Cerita tentang kawan yang sedang patah hati
Disuarakan sedihnya, pada irama yang mengencangkan otot leher

Lukalah, kawan
Luka menguatkanmu
Bila saja kau tak terbunuh olehnya.

Ada puisi yang lahir dari senyum manismu
Besar dan beranak pinak di kepalaku.

Ada pula puisi yang muncul dari jemari lentikmu
Lalu tertoreh di ingatanku, namamu.

Followers

Total Pageviews